Capek Nyari Kerjaan? Yuk Bikin Kerjaan yang Nyari Kamu

Posted by Venividicv 26/05/2020 0 Comment(s) News,Information,

Pandemi COVID 19 ini pastinya merupakan cobaan bagi para pencari kerja. Perekonomian yang melambat telah membuat banyak usaha dan bisnis menghentikan proses rekrutmen dan bahkan mengurangi jumlah pegawai. Sampai bulan Mei 2020, sudah lebih dari 2 juta pekerja yang dirumahkan, dan ternyata lebih dari 50%-nya berasal dari sektor formal. Namun demikian, kita tetap harus optimis dan percaya bahwa ekonomi pasti akan membaik kembali. Di saat ekonomi membaik dan para perusahaan menggeliat kembali, pertanyaan yang datang adalah apakah kita siap menghadapi kompetisi yang makin sengit dengan tingginya jumlah pengangguran di Indonesia?

Tentunya, menjadi top applicant saja tidaklah cukup. Kita harus bisa membangun image diri sedemikian rupa sehingga pekerjaanlah yang justru mencari kita. Hah gimana caranya tuh? Yuk simak beberapa tips yang dapat membantu kita untuk menarik perhatian para perekrut.

  1. BANGUN PROFESSIONAL IMAGE YANG KONSISTEN DI BIDANG YANG KITA INGINKAN

Untuk posisi yang cukup tinggi atau spesialis di bidang tertentu, perekrut umumnya mencari pelamar yang memiliki pengalaman mendalam di bidang tersebut. Selain itu, bila memungkinkan, mendapatkan promosi di perusahaan yang sama merupakan suatu nilai tambah bagi kita. Hal ini menunjukkan bahwa kita telah berprestasi dalam pekerjaan dan juga merupakan ahli di bidang tersebut. Perhatikan juga bila kita terlalu sering berpindah kerja atau berpindah profesi dalam jangka waktu yang singkat tanpa mendapatkan promosi (contohnya, dari posisi accounting kemudian setelah satu tahun pindah ke posisi sales di perusahaan lain), maka kita dapat dinilai kurang memiliki komitmen dan tidak memiliki keahlian yang mendalam untuk satu posisi. Meskipun hal ini tidak selalu berlaku dan stigma ‘kutu loncat’ sudah tidak seburuk beberapa tahun yang lalu, tetapi terlalu cepat berpindah pekerjaan umumnya masih merupakan nilai minus di mata perekrut.

  1. DAPATKAN KEAHLIAN, SERTIFIKASI, ATAU GELAR YANG RELEVAN DENGAN BIDANG YANG AKAN KITA LAMAR

Yang dimaksud dengan keahlian di sini bukanlah seperti teamwork, pekerja keras, atau mudah bergaul. Yang dicari oleh perekrut adalah keahlian yang spesifik dan relevan dengan pekerjaan kita. Jauh lebih baik lagi bila keahlian yang kita miliki terakui dan terverifikasi oleh badan yang resmi. Berikut beberapa contoh sertifikasi yang akan membuat anda diburu oleh perekrut:

  1. Lean Six Sigma (Master Black Belt atau Champion level) di bidang manufacturing,
  2. PMP (Project Management Professionals) di bidang project management,
  3. MCSA (Microsoft Certified Solutions Associate) di bidang IT,
  4. CPHRM (Certified in Professional Human Resources Management) di bidang human resource
  5. CPIM (Certified Production Inventory Management) di bidang supply chain

Dan masih banyak sertifikasi-sertifikasi lain yang dapat menghias CV kita dan membuat kita menonjol di antara kandidat yang lain. Meskipun biayanya cukup mahal, tetapi sertifikat-sertifikat semacam ini akan sangat memudahkan kita dalam menarik perhatian perekrut. Jangan lupa juga untuk menuliskan gelar baru di profile Linkedin dan CV kita. Selanjutnya, bersiaplah untuk menerima banyak undangan wawancara di inbox kita.

  1. SELALU MEMPERLUAS NETWORKING DI MANA SAJA DAN KAPAN PUN

Di zaman yang sangat terhubung ini, koneksi akan sangat bermanfaat dalam menghubungkan kita dengan pekerjaan yang kita inginkan. Namun, tidak semua jenis koneksi dapat menuju ke pekerjaan idaman. Menurut J.T. O’Donnell, pendiri Careeralism.com, pekerjaan yang diperoleh dari hasil koneksi bukanlah karena banyaknya jumlah koneksi yang dimiliki pelamar tersebut, tetapi karena hubungan dekat yang dijalin dengan koneksinya tersebut. Kita tidak akan dirujuk oleh orang lain jika kita tidak punya hubungan yang cukup erat dengan mereka, tentunya dengan orang-orang yang percaya dengan kapabilitas kita.

Networking juga bukanlah hanya mendekati orang-orang dengan jabatan tinggi, melainkan mendekati orang-orang yang tepat. Bila kita memiliki teman yang bekerja di perusahaan start-up yang sedang berkembang, atau bekerja di perusahaan rekrutmen, orang-orang tersebut dapat memberikan lead yang lebih meyakinkan. Dan ingat bahwa networking tidak memerlukan usaha yang berlebihan. Dengan memberi tahu teman, keluarga, dan kolega bahwa kita membutuhkan pekerjaan juga merupakan salah satu bentuk networking.

Dengan menjaga networking secara smart, maka kita akan mendapatkan koneksi yang bisa memberikan informasi lowongan kerja, dan seringkali prosesnya lebih ringkas dibandingkan proses rekrutmen secara formal.

  1. JANGAN PERNAH BOSAN UNTUK MENDAFTAR DI BANYAK SITUS REKRUTMEN

Hal ini mungkin terlalu jelas bagi para pencari kerja, tetapi terkadang kita sebagai pencari kerja masih kurang memanfaatkan situs-situs pencari kerja yang jumlahnya sudah sangat banyak di Indonesia. Jika kita sedang aktif mencari kerja, tentunya kita harus membuat akun di beberapa situs sekaligus dan memasang notifikasi yang muncul di handphone kita, karena sering kali jasa rekrutmen ini membutuhkan respon yang cepat. Beberapa situs rekrutmen terpercaya di Indonesia di antaranya adalah kalibrr.id, jobsdb.com, jobstreet.co.id, id.indeed.com, Linkedin.com, dan masih banyak lagi. Buatlah akun selengkap mungkin dengan mencantumkan skill dan kelebihan kita secara detail dan teliti. Situs-situs ini akan menyaring para pelamar dari keyword yang relevan dengan lowongan yang dibuka oleh klien mereka. Namun, sering kali pelamar yang cocok dengan lowongan bahkan tidak terlacak oleh algoritma situs karena banyak typo atau deskripsi kerja yang ditulis asal-asalan.  

  1. LAST BUT NOT LEAST, MILIKI CV DAN LINKEDIN PROFILE YANG LEBIH DETIL DAN PROFESSIONALLY MADE

Salah satu hal yang paling penting dalam mencari pekerjaan adalah memiliki personal branding yang tepat, berkesan, dan menunjukkan nilai-nilai lebih diri kita. Dalam proses rekrutmen, perekrut akan membaca ratusan hingga ribuan CV per lowongan. Menurut Gavin Redelman, dalam bukunya Career Secrets Exposed, perekrut menghabiskan waktu kurang dari 20 detik menganalisa satu CV. Sedangkan, CV yang sampai di tangan para perekrut pun sering kali telah tersaring oleh software seperti ATS (Applicant Tracking System). Hal ini membuat CV yang tidak mengandung informasi yang dicari oleh perekrut, yang tidak terstruktur dengan baik, atau bahkan mengandung typo, akan berujung di tempat sampah. Untuk menghindari hal ini, berikut beberapa cara agar CV kita mencolok di antara ribuan pelamar lainnya adalah:

  1. Pastikan kata kunci (keyword) yang strategis di sepanjang CV
  2. Pastikan CV yang kita buat spesifik untuk pekerjaan yang dilamar
  3. Cantumkan angka untuk menggambarkan pencapaian kita, sebagai contoh: achieved more than USD 500K annual saving in raw material spend.

Profil Linkedin anda juga tidak kalah penting dari CV. Linkedin adalah platform yang dikhususkan untuk professional networking dan telah memiliki lebih dari 575 juta pengguna. Social media milik Microsoft ini sering kali menjadi pintu pertama bagi para perekrut untuk melihat eksistensi kita secara online. Oleh karena itu, jika kita membuat profile secara apik, maka kita dapat terhubung dengan para perekrut perusahaan-perusahaan terkemuka bahkan pada skala internasional.

Nah, sekarang kita telah mengetahui betapa pentingnya peran CV dan profil Linkedin ini sebagai amunisi kita untuk mencari pekerjaan di era ini. Namun, jika kita masih ragu dengan CV dan Linkedin profile yang kita miliki saat ini, tentunya kita bisa memanfaatkan jasa profesional yang bisa didapatkan dengan klik di sini. Dengan bantuan penulis profesional yang handal dan berpengalaman akan memastikan keahlian, pengalaman kerja, dan kelebihan kita tersampaikan secara optimal melalui CV dan profil Linkedin yang terancang khusus. Tentunya kita tidak perlu sibuk memikirkan format CV dan profil Linkedin sehingga bisa lebih fokus mengembangkan diri kita untuk mencari ilmu dan keahlian baru demi mendapatkan posisi/profesi yang kita idamkan.

Leave a Comment